“Lewat seni kartun dan desain grafis lainnya mereka ke depannya bisa menggarap peluang di ekonomi kreatif dan melahirkan enterpreneur kreatif. Apalagi ke depan ekonomi kreatif ini sangat didorong oleh pemerintah,” ungkapnya belum lama ini saat terlibat dalam kegiatan Denpasar Festival 2018.
Sebagai ajang pembuktian ini, para kartunis dan ahli desain grafis di Kota Denpasar berpartisipasi dalam Denpasar Festival (Denfest) ke-XI yang mengusung tema “Urban Playground” yang berlangsung di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, 28-31 Desember 2018 lalu. Lewat stan Denpasar Urban Kreatif mereka menampilkan hasil karyanya baik dalam bentuk karya kartun, komik, desain kaos, maupun karya desain grafis lainnya.
“Denpasar Urban Kreatif di Denfest 2018 menjadi ruang kreatif dan apresiasi karya seni bagi para kartunis dan pelaku desain grafis di Kota Denpasar,” kata Gatot yang juga Koordinator Denpasar Urban Kreatif.
Selain pameran hasil kaya kreatif, digelar juga edukasi kepada masyarakat dan berbagai aktivitas menarik lainnya. Seperti Bog Bog Academy yang diisi kelas menggambar gratis bagi anak-anak yang ingin belajar menggambar dengan pengajar Pandebull dan Kharisma.
Ada juga aksi live sketsa karikatur wajah bagi pengunjung yang ingin wajahnya dikartunkan. Denpasar Urban Kreatif juga bekerjasama dengan komunitas Relawan Malu Dong untuk ikut bersama-sama menjaga kebersihan di area Denfest. Dengan keikutsertaan para kartunis dan pelaku desain grafis dalam Denpasar Urban Kreatif serangkaian Denfest ini diharapkan masyarakat khususnya generasi milenial bisa mengapresiasi keberadaan para seniman ini. Kemudian agar terinspirasi juga menggeluti dunia kreatif di bidang kartun dan hasil karya desain grafis lainnya. (bbn/rob)